budaya cyber

 nama:muhammad rajayya rafif 

nim:2154190017



Budaya Siber ( Cyberculture) Cyberculture adalah segala budaya yang telah atau sedang muncul dari penggunaan jaringan komputer untuk komunikasi, hiburan, dan bisnis. Cyberculture juga mencakup tentang studi berbagai fenomena sosial yang berkaitan dengan internet dan bentuk-bentuk baru komunikasi jaringan lainnya, seperti komunitas online, game multiplayer online, jejaring sosial, texting, dan segala hal yang berkaitan dengan identitas, privasi, dan pembentukan jaringan. Manifestasi dari cyberculture meliputi berbagai interaksi manusia yang dimediasi oleh jaringan komputer. Hal-hal tersebut mencakup aktivitas, kegiatan, permainan, tempat dan metafora, dan termasuk basis beragam aplikasi. Beberapa didukung oleh perangkat lunak khusus dan bekerja pada protokol web umum yang diterima. Contoh dari cyberculture adalah Blogs, Bulletin Board Systems, Chat, E-Commerce, Games, Internet Memes, Peer-to-peer file sharing, Social networks, Usenet, Virtual worlds. Rulli Nasrullah dalam bukunya Teori dan Riset Media Siber (2016:139) memaparkan bahwa budaya siber atau cyberculture secara sederhana melihat bagaimana budaya itu berada di ruang siber. Budaya pada dasarnya merupakan nilai-nilai yang muncul dari proses interaksi antar individu. Terdapat berbagai macam perspektif tentang budaya. Budaya dalam Pendekatan etnografi diartikan sebagai konstruksi sosial maupun historis yang mentransmisikan polapola tertentu melalui simbol, pemaknaan, premis, bahkan tertuang dalam aturan. Perspektif psikologi mengartikan budaya sebagai interaksi antarmanusia yang melibatkan pola-pola tertentu sebagai anggota kelompok dalam merespons lingkungan tempat manusia itu berada. Sementara dari perspektif semiotika memandang budaya adalah sekumpulan praktik sosial yang melaluinya makna diproduksi, disirkulasikan, dan dipertukarkan. Dari berbagai perspektif tersebut disimpulkan bahwa budaya adalah sebuah nilai atau praktik sosial yang berlaku dan dipertukarkan dalam hubungan antarmanusia, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Oleh karena itu budaya siber (cyberculture) dimaknai sebagai praktik sosial maupun nilai-nilai dari komunikasi dan interaksi antar pengguna yang muncul di ruang siber dari hubungan antara manusia dan teknologi maupun antar manusia dengan perantara teknologi. Budaya itu diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi melalui jaringan internet dan jaringan yang terbentuk di antara pengguna.


Komentar